Gunung Bawakaraeng


Gunung Bawakaraeng, secara georafis terletak di kabupaten Gowa, dengan ketinggian 2.830m d.p.l. menuju puncak gunung ini dapat dilakukan dari beberapa jalur, diantaranya: jalur Lembanna yang juga terletak di kabupaten Gowa, dan jalur Tassoso' yang terletak di Kabupaten Sinjai.

Lembanna terletak di sebelah Utara Laut puncak Bawakaraeng, tepatnya di Kabupaten Gowa, kecamatan Tinggi Moncong atau lebih dikenal daerah wisata Malino. Di perkampungan Lembanna, terdapat deretan rumah-rumah penduduk yang sering dijadikan para pendaki untuk menginap. Penduduk setempat terkenal dengan keramahannya, sehingga keakraban dengan pendaki mudah terjalin. 


Dusun Tassoso' terletak di sebelah Timur Laut puncak Gunung Bawakaraeng, tepatnya di kabupaten Sinjai. Dengan kondisi tanah dan cuacanya yang mendukung, maka penduduk setempat memilih bertani sebagai sumber mata pencahariannya.
Menurut penduduk sekitar, Bawakaraeng berasal dari kata “Bawa” yang berarti mulut, dan “Karaeng” yang berarti Tuhan, jadi Bawakaraeng memiliki arti “Mulut Tuhan”, bagi sebagian kecil penduduk Gowa meyakini bahwa dengan melakukan pendakian ke Gunung Bawakaraeng, itu sama dengan melakukan perjalanan ke Tanah Suci, yang diistilahkan Haji Bawakaraeng.

Flora yang terdapat di Gunung Bawakaraeng, diantaranya: anggrek, edelweis, paku-pakuan, pandan, rotan, lumut kerak dan lain sebagainya.
Dari puncak Gunung Bawakaraeng, pemandangan kota Makassar dapat terlihat di malam hari.


  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP