Liukan Brantas yang Menggoda, Kaliwatu Rafting di Batu – Malang


Kota wisata Batu tak hanya menyajikan wisata yang ekstrem paralayang dan down hill. Ada tujuan wisata yang tak kalah menantangnya, yakni rafting atau arung jeram. Namanya Kaliwatu Rafting yang menyusuri aliran Sungai Brantas di Desa Pandan rejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Nikmati Keelokan Aura kasih, lalu… Berbatuan dan derasnya aliran air sungai juga membuat capek. Tapi tidak perlu khawatir untuk melepas rasa capek. Sebab cukup banyak rest area yang bisa di jadikan pemberhentian untuk mengendurkan kembali urat-urat yang menegang. Di sejumlah rest area ini, wisatawan tidak hanya sekedar melepas penat. Tapi juga bisa menikmati buah jambu milik warga sekitar.

Dengan merogoh sedikit  uang, bisa menikmati buah jambu milik petani di pinggiran sungai Brantas. Selain bisa menikmati sajian petik buah, juga ada lokasi pemberhentian untuk melakukan aktifitas lain. Seperti halnya dengan aktifitas terjun bebas berenang dari balik bebatuan di pinggir sungai. Aktifitas ini bisa dilakukan setelah melewati Aura  Kasih. Yakni aliran yang berkelok-kelok laksana joget khas penyanyi aura kasih. Selain bisa menikmati sajian lain, di rest area ini juga bisa berganti peralatan.Yang bosan menggunakan perahu karet bisa berpindah menggunakan donat boat. Bigitu juga sebaliknya.

Malam sudah larut saat kami menginjakkan kaki di. Hawa dingin cukup terasa menusuk tulang. Namun suasana itu tidak berlangsung lama. Karena bisa segera diusir dengan tumpukan kayu yang membara. Untuk menghangatkan suasana yang dingin, kami membakar jagung sambil menyeruput kopi hangat. Malam di camp Kaliwatu Rafting juga  terasa berbeda dengan suasana pada sejumlah tempat wisata yang pernah kami kunjungi. Tak terasa pagi pun tiba. Setelah mempersiapkan diri, termasuk pembekalan oleh tim Kaliwatu Rafting, waktu mengarungi Brantas pun tiba. Sekitar pukul 09.00, rombongan sudah ada dipinggir sungai. Arum jeram di sungai ini terhitung cukup menarik dan menantang. Selain aliran airnya yang deras, juga banyak ditemui bebatuan dalam ukuran besar di sepanjang aliran sungai ini.

Mengikuti rafting di aliran sungai brantas ini memang bisa membuat denyut jantung berdenyut keras. Bukan saja karena benturan dengan bebatuan sungai, tapi juga efek terjun mengikuti arus  aliran sungai yang deras. Sensasi yang di timbulkan pun beragam. Kadang meliuk seperti ular. Kadang pula bergoyang. Kita sebut saja liukan “Aura Kasih” celetuk seorang teman. Aura kasih adalah penyanyi dengan goyanganya yang meliuk-liuk.

Untuk mencapai lokasi rafting ini tidaklah sulit. Kaliwatu rafting yang di kelola dengan  konsep pemberdayaan masyarakat itu terletak di tengah perkotaan. Dari alun-alun Kota Batu hanya berjarak sekitar 2 km. Dari jalan raya Desa Pandanrejo, hanya berjarak 500 meter. Untuk mencapai kawasan ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki melewati pematang sawah. Kemunculan Kaliwatu Rafting itu bermula dari keinginan warga sekitar untuk memanfaatkan potensi alam yang tersedia. Setelah dilakukan penelusuran sepanjang aliran sungai tersebut, ternyata cukup layak untuk dijadikan tempat arum jeram.


Donat Boat pun bisa Muter-muter

“AWAS” kelokan curam, angkat kaki dan pantatnya, ”teriak seorang pemandu rafting Kaliwatu pada kami. Peringatan itu diberikan pada kami yang menggunakan donat boat atau peralatan arum jeram berbahan ban dalam ukuran besar untuk menyisir sungai Brantas ini.
Sayang peringatan itu bukanya membuat kami tenang. Bahkan salah satu dari kami tercebur ke sungai. Donat boat itu terlepas dan meninggalkan penumpangnya. Meski tercebur, teman kami itu tidak lantas tenggelam. Setiap peserta sudah dibekali pakaian pelampung. Kejadian itu kontan membuat seluruh rombongan Kaliwatu Rafting tertawa cekikikan, maklum insiden itu terjadi saat pemandu memberikan bekal sekaligus memeragakan berarung jeram yang aman dan nyaman.

Bekal itu memang perlu diberikan mengingat perjalanan yang begitu jauh sekitar 2,5 km tidak hanya berkelok dan bebatuan. Tetapi sesekali juga terjun, perjalanan inilah yang membuat denyut jantung berdebar-debar, antara takut dan senang menjadi satu. Kaliwatu Rafting tidak hanya menyediakan perahu kareet untuk berarung jeram, tapi juga ada donat boat untuk kegiatan rafting di lokasi ini. Menggunakan donat boat ini lebih menantang dibandingkan dengan perahu karet. karena peralatan ini tidak bisa dikendalikan.

Donat boat hanya mengalir dan mengikuti arus sungai. Bahkan tidak jarang hanya berputar-putar hingga pandangan menghadap ke belakang. Meski demikian, tidak perlu khawatir. Sebab tim rescue senantiasa bersiap memberikan pertolongan jika terjadi sesuatu.

Penggunaan perahu donut boat ini cukup berbeda jauh dengan perahu karet. Menggukan perahu karet bisa diatur kecepatan maupun arahnya, selain itu jika perjalanan terganggu bebatuan maka dayung-dayung bisa memutar balik. Sementara menggunakan donut boat hanya bisa menggoyang ban untuk menghindari jebakan.

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP