Lembah Dieng

Kawasan ini merupakan kawasan yang terletak antara Dieng Plateau dengan kota Wonosobo. Kawasan ini didominasi oleh gunung dan lembah curam. Bagi anda yang peka terhadap hal-hal yang alami, situasi seperti merupakan situasi yang sangat cocok bagi anda. Jalan yang berliku, lembah yang curam dan gunung Sindoro yang sangat indah.


Gardu Pandang  
Gardu pandang ini terletak beberapa kilometer sebelum Dieng Plateu. Anda dapat naik ke gardu ini sambil beritirahat. Dari tempat ini tampak pemandangan yang sangat indah. Dibawahnya ada lembah yang curam sehingga rumah-rumah di pedesaan nampak kecil-kecil. Ke arah tenggara tampak Gunung Sindoro yang biru. Lokasi ini terletak 1.800 m di atas permukaan laut. Berarti ketinggiannya hanya terpaut beberapa ratus meter dibanding gunung Sindoro. 
 
Dari gardu ini, pagi-pagi benar jika langit cerah, akan tampak matahari muncul di atas awan. Nampak sangat indah berwarna keemasan, oleh sebab itu sering disebut dengan Golden Sun Rise.


Agro Wisata Tambi
Agro wisata Tambi merupakan obyek wisata berupa tempat wisata buatan dan terutama kebun teh. Perlu anda ketahui bahwa di Wonosobo terdapat perusahaan teh yang sudah sejak lama berdiri, yang memproduksi teh kualitas eksport. Sudah barang tentu memiliki kebun teh yang sangat luas. Kebun teh ini sangat indah dan sejuk.

Terhampar luas di lereng gunung Sindoro, dengan ketinggian 1.200 – 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu udara antara 15′-24′ C. PT Tambi mengelola 3 unit perkebunan teh yang terletak di desa Bedakah, Tanjungsari serta desa Tambi dengan luas area mencapai 829 Ha yang dilengkapi fasilitas pondok wisata, Kolam Pemancingan, Lapangan Tenis, Taman Bermain, Kebun dan Pabrik Teh. 
 
Kebun teh yang ditanam tidak hanya di lereng gunung Sindoro, melainkan juga di sebelah barat gunung Sumbing, tepatnya di desa Tanjungsari, kecamatan Sapuran.
Di Tanjungsari juga telah dibangun agrowisata. Lokasinya di pinggir jalan antara desa Tanjungsari dan Sapuran. Sarana yang ada berupa kebun teh, taman bermain dan tempat istirahat.


Telaga Menjer
Merupakan telaga alami terluas di Kabupaten Wonosobo, berada pada ketinggian 1.300 m di atas permukaan laut dengan luas 70 hektar dan kedalaman air mencapai 45 meter. Telaga Menjer terletak di desa Maron kec. Garung 12 Km sebelah utara kota Wonosobo. 
 
Sisi utara telaga ini berupa pegunungan yang ditumbuhi tanaman hijau termasuk kebun teh. Sementara itu di sisi selatan dibatasi oleh tanah miring berbatu-batu. Sepintas lalu jika diamati, kemungkinan pada jaman purba ini merupakan kawah dan saat ini sudah tidak aktif sehingga air tertampung di dalamnya.

Dengan air yang luas dan jernih, alam yang tenang dan pegunungan yang mengelilinginya, Telaga ini menyuguhkan suasana damai. Lebih indah lagi ketika langit cerah dipagi hari dibarengi oleh tiupan angin segar perlahan-lahan. Di tepian telaga banyak ditanam pohon pinus, sehingga suasana semakin indah. Di telaga ini, anda dapat naik rakit berkeliling telaga.

Telaga ini sering dikunjungi anak-anak muda baik lokal maupun dari luar kota. Memang letaknya dekat dengan kota Wonosobo. Mereka biasanya berombongan naik sepeda motor. Ya, sepeda motor merupakan sarana yang paling mudah untuk menuju tempat ini.

Banyak juga mereka yang hobi memancing menyalurkan hobinya di telaga ini. Sebagian penduduk sekitar juga ada yang mencari ikan di telaga ini. Air dari telaga ini cukup besar, oleh sebab itu air dari telaga ini digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, dikenal dengan PLTA Garung.


Kalianget
Kali artinya sungai sedang anget artinya hangat. Jadi, kalianget berarti sungai hangat. Sebenarnya bukan hanya hangat, malah termasuk panas. Karena ada sungai hangat inilah desa tersebut diberi nama Kalianget. Kawasan kalianget terletak kira-kira hanya 2 km dari kota Wonosobo. Obyek utama di tempat ini berupa sumber air hangat yang mengandung belerang. Mandi di air panas yang mengandung belerang ini konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.  ("Imam")

 

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP