Sungai Progo Bawah, Arung Jeram di Arus yang Menggila


Sungai Progo dalam hal ini Sungai Progo Bawah tidak diragukan lagi menjadi sungai favorit para penggila rafting atau arung jeram. Arusnya deras, jeram-jeramnya ganas, dan debit airnya naik turun secara fluktuatif. Sungai ini selalu menjadi tantangan para penggiat arung jeram di Indonesia bahkan dari mancanegara. Jeram Bodhil yang ganas justru menjadi rintangan yang harus dilalui. Sungai Progo Bawah semakin menggila pada saat musim hujan sedang lebat-lebatnya, terutama pada bulan November.

Jeram-jeram di Sungai Progo Bawah memang bervariasi dari tingkat kesulitan (grade) I sampai grade V yang memang membutuhkan pengalaman untuk melewatinya. Untuk mengarungi Sungai Progo bawah memang dibutuhkan kapten atau skipper yang benar-benar berpengalaman dan memahami seluk-beluk sungai ini. Pangarungan sungai ini membutuhkan waktu 4 jam dimulai dari Klangon dan berakhir di Jembatan Dekso, Kalibawang, Kulon Progo, di Kulonprogo Yogyakarta sepanjang 25 km.


Rafting di Sungai Progo Bawah memang mengadu nyali dan memacu adrenalin. Tapi bagi para penggiat rafting, keganasan sungai ini justru menjadi tantangan tersendiri. Sungai yang berhulu di Jumprit di lereng gunung Sindoro ini memang punya banyak kisah seram bagi para penggiat arung jeram. Karena bila debit air benar-benar sangat tinggi, sulit bagi para rafter mengendalikan perahu di sungai ini.


Namun jika menghendaki arung jeram wisata, Sungai Progo Atas adalah pilihan tepat. Arusnya tidak begitu deras dan jeram-jeramnya tidak berbahaya. Sungai Progo Atas juga ideal digunakan untuk berarung jeram bersama keluarga. Tentu saja instruktur yang berpengalaman akan mengawal pengarungan sungai ini dengan aman.


source : 
jogja.storykota (article) 

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP