Lembah Baliem Yang Mempesona


Sungguh bangga berada di negeri yang demikian kaya dengan kekayaan alam dan budayanya  seperti Indonesia. Kali ini Anda perlu mengenal satu warisan alam yang sungguh mempesona,  yang tersimpan di Papua, yaitu Lembah Baliem di Wamena  yang  dikelilingi gunung bersalju.  


Lembah yang didiami suku-suku Dani, Lani dan Jani ini mampu menawarkan wisata perjalanan yang amat berbeda bagi Anda. Anda tidak saja akan menjumpai saudara-saudara kita yang memang masih mempertahankan kebudayaan mereka dan masih mengenakan koteka, tetapi Anda juga bisa melihat berbagai pemandangan menarik atas rumah-rumah asli yang disebut rumah honai. 

Nah untuk itu Anda bisa melakukan perjalanan berjalan kaki lintas alam langsung ke desa-desa di Lembah Baliem. Untuk itu Anda harus mencapai terlebih dahulu Sogokmo dengan kendaraan umum, jauhnya sekitar 15 kilometer dari Wamena. Dari sini Anda bisa mendaki gunung ke desa-desa Holesi, Seinma, dan Ninia. Jika Anda hendak mendaki pegunungan Jawawijaya, beberapa kilometer dari Sogokmo, Anda akan menyeberangi padang rumput dan menyeberangi Sungai Baliem lewat jembatan gantung. Hal ini akan  menjadi petualangan tersendiri yang luar biasa bagi Anda.  

Area lintas alam lainnya yang sangat menantang adalah melakukan  perjalanan menuju Kecamatan Makki atau Kecamatan Perime, Anda dapat  menuruni lembah-lembah yang dipenuhi kebun sayur dan menikmati desa-desa yang indah. Bila Anda memiliki stamina yang prima, Anda bisa naik ke Puncak Trikora atau bahkan Puncak Cartenz.

Anda juga bisa mengunjungi desa Kurulu yang berjarak sekitar 50 km dari Wamena  dan menemukan mumi yang berusia sekitar 350 tahun. Ada dua desa suku Dani lainnya yang juga memiliki mumi, yaitu Aikima dan Pummo.

Bila Anda berkunjung ke Lembah Baliem, di selatan Kota Wamena telah berdiri hotel di atas bukit bernama Baliem Valley Resort  yang didirikan orang Jerman, dimana dari sana pemandangannya amat indah sekali. Sayangnya, tarif hotel itu mungkin tak terjangkau bagi turis domestik karena tinggi sekali secara umum dan juga dalam dollar AS. Tapi tenang saja, hotel dengan tarif wajar cukup banyak kok, di Wamena.

Untuk mencapai lembah yang eksotik ini Anda harus mencapai Jayapura terlebih dahulu. Dan untuk mencapai  Wamena, ada banyak sekali pilihan penerbangan, seperti Trigana, MAF, AMA, Yajasi, Manunggal Air, atau pesawat Hercules.

Tapi jangan kaget bila di Wamena harga barang masih begitu tinggi, Untuk makan di warung kelas warteg, Anda bisa menghabiskan sekitar  Rp 25.000 atau sekitar dua kali lebih mahal daripada Jakarta. Semua harga di Wamena lebih tinggi daripada di tempat lain karena semua barang datang melalui udara. Wamena belum punya hubungan darat dengan tempat lain, termasuk ibu kota Papua, Jayapura.

Jika Anda mengunjungi Lembah Baliem Anda bisa membawa oleh-oleh cindera mata dari banyak toko di Wamena yang menjual aneka kapak batu, kalung tradisional, dasi kepala suku, tas noken, sampai tempat air dari labu. Memang penjual barang kerajinan di Wamena umumnya adalah pendatang dari luar pulau.Tetapi jikalau Anda ingin membeli dari penduduk asli, Anda bisa mendapatkannya di Desa Kurulu di mana di sana juga ada toko yang menjual cenderamata.  ("BeritaDaerah.com")


Foto: Vibizlife/Timoth FAD

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP