Gunung Merbabu


Gunung Merbabu memiliki ketinggian 3.167 mdpl, dan sudah tidak mempunyai kawah yang aktif karena tergolong gunung api tua, dan berbentuk dataran tinggi yang lebar dan terpisah puncak-puncaknya oleh erosi dan hampir kehilangan hutan alamnya.

Gunung Merbabu memiliki tiga buah puncak yakni Puncak Triangulasi ( 3167 mdpl), puncak Syarif ( 3119 mdpl ) dan puncak Kenteng Songo ( 3142 mdpl ). Serta memiliki lima buah kawah, yaitu: kawah Condrodimuko, kawah Kombang, kawah Kendang, kawah Rebab, dan kawah Sambernyowo

Puncak Gunung Merbabu dapat ditempuh dari Cunthel, Thekelan, (Kopeng, Salatiga), Wekas ( Kaponan, Magelang ) atau dari selo ( Boyolali ).Dari Selatan, di desa Selo kita bisa menuju ke Gunung Merapi maupun Gunung Merbabu. Jalur yang lainnya yaitu arah utara; Kopeng, yang hanya menuju Gunung Merbabu. Perjalanan akan sangat menarik bila Anda berangkat dari jalur Utara (Wekas, Cunthel, Thekelan) turun kembali lewat jalur selatan ( Selo ). Tipe jalur utara (Wekas, Cunthel, Thekelan) lumayan terjal dan curam tetapi jarak serta waktu tempuh menuju puncak lebih singkat sedangkan tipe jalur selatan (Selo) landai dan jarak serta waktu tempuh lebih panjang akan tetapi kita akan di’suguhi’ pemandangan yang tiada duanya indahnya di dunia ini yaitu beberapa sabana dan kebun edelweis yang mengagumkan.


 Jogjakarta – Magelang – Salatiga – Kopeng. 

Dari Kopeng kemudian perjalanan diteruskan menuju desa Tekala. Di desa Tekala ini hendaknya para pendaki melengkapi perbekalan yang dirasa masih kurang, dan air harus dipersiapkan untuk pendakian maupun kembalinya secara cukup, karena dalam perjalanan ini tidak ada mata air sama sekali.

Perjalanan akan melalui kebun sayur dan kebun akasia, naik terus sampai ke punggung gunung dan kita akan jumpai sebuah pondok yang telah rusak yang berada di ketinggian 2.400 m dpl. Dari sini menuju puncak melalui lagi punggungan gunung dan dimana dapat terlihat pemandangan yang sangat indah dengan leluasa tanpa terhalang pepohonan. Di puncak yang pertama terdapat sebuah pondok untuk mengukur cuaca. Dari sini kita akan menuju puncak tertinggi yang sudah terlihat jelas didepan kita dengan membutuhkan waktu 1-2 jam perjalanan. Ditengah perjalanan ini kita akan menemui bekas kawah dan punggung gunung terjal dan curam. Total perjalanan dari Kopeng menuju puncak memakan waktu 8 jam dan turunya membutuhkan waktu 5 jam.

Apabila kita ingin mengadakan pendakian yang praktis atau pendakian marathon Merapi-Merbabu, kita bisa mulai mendaki dari desa Selo Kabupaten Boyolali, Akan tetapi mendaki gunung merbabu dari desa Selo cukup terjal dan melelahkan. Lagi pula kita harus mendaki sebuah gunung lagi yang tingginya hampir sama dengan puncak gunung merbabu. Tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba. Total perjalanan ke puncak Merbabu 6-7 jam, dan turunnya 5 jam.

Pos – pos pendakian jalur Cuntel :
Pos Bayangan I Pos Bayangan II / Gumuk Pos I Pos Watu Putut Pos II Pos Kedokan Pos III Pos Kergo Pasar Pos IV Pos Pemancar / Puncak Antena Pos V Pos Helipad Pertigaan Jalur Pendakian Wekas Jika kita akan memilih jalur ini dari Pasar Sapi kita harus naik mobil Jurusan Kopeng – Magelang untuk ke Desa Wekas Dan turun di Kaponan, yakni sekitar 9 Km dari Kopeng, dari situ kita berjalan kaki melewati jalanan berbatu sejauh kurang lebih 3 Km menuju pos atau base camp Pendakian Desa Wekas.

Wekas merupakan desa terakhir menuju puncak yang memakan waktu kira-kira 6-7 jam. Jalur wekas merupakan jalur pendek sehingga jarang terdapat lintasan yang datar atau sering kita sebut ‘ bonus’ dan hanya terdapat 2 Pos. Pos I merupakan sebuah dataran dengan bebatuan yang mendasarinya dan ada sebuah balai sebagai tempat peristirahatan. Di sekitar area ini masih banyak terdapat warung dan rumah penduduk. Sepanjang perjalanan dari base camp menuju Pos I ini kita akan menemui ladang penduduk khas dataran tinggi dengan Rute yang cukup menanjak dengan waktu tempuh 2 jam. Selepas pos I, perjalanan masih melewati ladang penduduk, kemudian masuk hutan pinus. Waktu tempuh menuju pos II adalah 2 jam, dengan jalur yang terus menanjak curam. Pos II merupakan sebuah tempat yang terbuka dan datar, yang biasa didirikan hingga beberapa puluhan tenda. Pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur Pos II ini banyak digunakan oleh para remaja untuk berkemah. Sehingga pada hari-hari tersebut banyak penduduk yang berdagang makanan. Pada area ini terdapat sumber air yang di salurkan melalui pipa-pipa besar yang ditampung pada sebuah bak. Dari Pos II terdapat jalur buntu yang menuju ke sebuah sungai. Jalur ini mengikuti aliran pipa air menyusuri tepian jurang yang mengarah ke aliran sungai dibawah kawah. Terdapat dua buah aliran sungai yang sangat curam yang membentuk air terjun yang bertingkat-tingkat. Selepas pos II jalur mulai terbuka hingga bertemu dengan persimpangan jalur Kopeng( Thekelan dan Cuntel) yang berada di antara pos V ( Pos Pemancar ) dengan Pos Helipad. Ke kiri menuju Puncak Syarif ( Gunung Pregodalem ) dan ke kanan menuju puncak Kenteng Songo (  Gunung Kenteng Songo ) yang memanjang. Dari puncak Kenteng songo kita dapat memandang Gn. Merapi dengan puncaknya yang mengepulkan asap setiap saat, nampak dekat sekali. Ke arah barat tampak Gn.Sumbing dan Sindoro yang kelihatan sangat jelas dan indah, seolah-olah menantang untuk di daki. Lebih dekat lagi tampak Gn.Telomoyo dan Gn.Ungaran. Dari kejauhan ke arah timur tampak Gn.Lawu dengan puncaknya yang memanjang.


Menuju Puncak Kenteng Songo ini jalurnya sangat berbahaya, selain sempit hanya berkisar 1 meter lebarnya dengan sisi kiri kanan jurang bebatuan tanpa pohon, juga angin sangat kencang siap mendorong kita setiap saat. Di puncak ini terdapat batu kenteng / lumpang / berlubang dengan jumlah 9 menurut penglihatan paranormal. Menuruni gunung Merbabu lewat jalur menuju Selo menjadi pilihan yang menarik. Kita akan melewati padang rumput dan hutan edelweis, juga bukit - bukit berbunga yang sangat indah dan menyenangkan seperti di film India yang sangat menghibur kita sehingga lupa akan segala kelelahan, kedinginan dan rasa lapar.

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP