Lembah Besoa


Hamparan padi menghijau menghiasi sepanjang jalan di desa Doda, Ibukota Kecamatan Lore Tengah yang ada di lembah Behoa atau biasa disebut Besoa.  Lembah nan cantik ini berjarak 5-6 jam dari kota Palu.  Daerah ini merupakan enclave atau kantung pemukiman di tengah kawasan lindung Taman Nasional Lore Lindu,dimana ada 5 desa didalamnya yaitu:  Baleura, Bariri, Doda, Hanggira dan Lempe.  Daerah ini kerap dikunjungi wisatawan yang ingin melihat peninggalan sejarah masa silam yang berupa artefak batu besar atau megalith.   Di desa Doda ini 2 tempat penginapan yang meski sederhana namun lumayan baik, salah satunya adalah penginapan Berkat, dimana penulis biasa menginap disini.  Lembah Behoa ini merupakan daerah penghasil beras lokal yang bernama Beras Kamba yang enak rasanya.Cara mengusir burung pipit yang berebutan padi yang sudah berisi cukup unik.   Sebuah bambu seukuran gagang pancing sepanjang 3-4 meteran digunakan sebagai pelontar  dengan peluru dari rumpun gelagah.  Ketika penulis mencoba melempar ternyata jaraknya bisa sangat jauh sampai 70 meteran.

Ada satu masakan khas di sini yang sangat jarang dihidangkan namanya Beko.  Beko hanya ada pada saat pesta perkawinan dan tidak ada di daerah lain di nusantara. Beko terbuat dari daging sapi yang diiris tipis kemudian dicampur dengan irisan pisang sepatu atau pisang kepok kemudian dibumbu dengan batang sereh, cabe rawit, kemangi, daun  jeruk dan tentu saja garam secukupnya.  Rasanya cukup unik dan tidak usah pakai nasi karena pisang sudah banyak karbohidratnya,tapi kalau tambah nasi juga tidak apa-apa.

Lembah Besoa sudah lama dikenal sebagai situs purbakala jaman perundagian.  Di kompleks megalith lembah Besoa dapat dijumpai arca ,batu dakon,menhir, lumpang batu, palung batu,dolmen, dan yang paling terkenal adalah kalamba.  Kalamba berfungsi sebagai wadah kubur yang tidak hanya digunakan oleh satu individu saja, tapi juga satu keluarga. kalamba terdiri dari wadah dan tutup yang terbuat dari batu alam.  Menurut Kaudern(1938) tutup ini berguna sebagai pelindung mayat dari air hujan.  Di lembah besoa dan Bada ditemukan 62 kalamba dan 25 tutup dengan berbagai bentuk dan ukuran.  Di lembah besoa Kalamba yang terbesar berukuran diameter 270cm dan tinggi 142 cm.  Berdasarkan hasil penggalian Kalamba ini ditemukan bahwa fragmen tulang manusia lebih dari 10 orang, dengan diberi bekal periuk kecil berwarna kemerahan dan artefak lainnya.

Tempayan kubur dari grabah juga ditemukan di situs pokekea diantara kubur batu kalamba.  Ada 10 tempayan kubur.  Namun saat kita tidak bisa melihat tempayan kubur ini di sekitar situs pokekea.  Contoh tempayan kubur yang masih utuh bisa dilihat di museum negeri Palu.  ("INAM")

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP