Kawasan Maros-Pangkep

Di kawasan karst Maros Pangkep sedikitnya terdapat 268 gua. Selain memiliki stalaktit dan stalakmit yang indah, gua-gua itu juga menjadi habitat fauna langka dan merupakan situs prasejarah. Bahkan gua terpanjang dan terdalam di Indonesia pun ditemukan di karst Maros. Gua terdalam berbentuk sumur tunggal dengan kedalaman 260 meter ditemukan di Leang Leaputte. Adapun gua terpanjang diperkirakan ditemukan di sistem gua Salukkan Kallang, yang panjangnya mencapai 27 km.

Gua yang terbentuk sebagai hasil pencucian batuan karbonat itu tidak hanya menghasilkan ornamen gua yang sangat cantik. Tetapi juga menjadi tempat spesies manusia berlindung di masa lampau. Gua-gua yang dihuni oleh manusia dan kebudayaannya di masa lampau. Inilah yang disebut sebagai gua prasejarah.

Ada beberapa gua prasejarah yang ditemukan di kawasan karst Maros Pangkep dengan berbagai peninggalan manusia prasejarah seperti:

* Gua Ara: mata panah bergigi dan bersayap, lancipan muduk, dan gerabah.
* Gua Awal: gerabah
* Gua Batu Ejaya: serpih bilah, mikrolit, lancipan muduk, dan gerabah.
* Gua Bola Batu: serpih bilah, mikrolit, mata panah berpangkal bundar, dan gerabah.
* Gua Cadang: mata panah berpangkal bundar dan gerabah
* Gua Leang Balisao: serpih bilah dan mata panah berpangkal bundar
* Gua Leang Burung 1: mata panah berpangkal bundar serta mata panah bergigi dan bersayap
* Gua Leang Burung 2: serpih bilah yang kasar dan besar
* Gua Leang Cekondo: serpih bilah dan mata panah berpangkal bundar
* Gua Leang Karrasa: serpih bilah yang kasar dan besar serta gerabah
* Goa Leang-leang: lukisan batu dan perkakas dari batu.
* Gua Sumpang Bita: lukisan batu dan perkakas dari batu.

Kawasan Karst Maros Pangkep juga menjadi habitat berbagai satwa langka dan endemik antara lain monyet hitam (Macaca maura) dan 125 jenis kupu-kupu dari sekitar 400 jenis yang pernah ada di kawasan karst tersebut. Biota unik juga hidup di dalam gua di kawasan ini. Beberapa diidentifikasi sebagai jenis satu-satunya di dunia.

Biota unik yang hidup di sana memiliki ciri khas akibat kehidupan gelap di dalam gua. Kulit transparan, matanya mengecil bahkan buta, sementara organ sensoriknya berkembang pesat. Arthropoda misalnya, memiliki antena yang panjang sebagai organ perasa. Temuan-temuan itu antara adalah:

* Ikan gua buta bertubuh transparan (Bostrycus sp.) dari Gua Saripa di Maros.
* Kalajengking gua yang buta dan satu-satunya di Asia tenggara
* Udang gua yang buta dan bertubuh transparan (Cirolana marosina)
* Kelelawar berhidung cabang (Nyctmene cephalotes)
* Kelelawar Hipposideros dinops yang hanya hidup di Sulawesi
* Kepiting laba-laba (Cancrocaeca xenomorph)
* Kumbang buta dari jenis Coleoptera sp.
* Beberapa jenis jangkrik gua (Rhaphidophora sp.) yang belum teridentifikasi
* Laba-laba gua jenis baru sebesar telapak tangan (Heteropoda beroni). 
("Karst Maros Pangkep")
 
Beberapa gua yang sudah didata di Kawasan Karst Maros yang dibagi atas dua jenis, yakni:

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP