Indahnya Obyek Wisata Gua Putri


Gua Putri yang merupakan salah satu obyek wisata terletak di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Untuk menuju ke lokasi tersebut para wisatawan ataupun para penggemar tempat dan perjalanan wisata dapat menempuh perjalanan tersebut dalam waktu 1 jam dari Ibukota Kabupaten, Baturaja maupun dari Kota Muaraenim atau kurang lebih 35 km.

Perjalanan menuju lokasi wisata tersebut, selama dalam perjalanannya akan disuguhkan pemandangan tepian Sungai Ogan dan pemukiman bernuansakan perkampungan yang cukup memanjakan mata ini, serta dilingkupi suasana hutan tropis yang sedikit berembun dan gudukan batu karang yang menghiasi perjalanan menuju masuk mulut gua.

Saat memasuki gua tersebut, para pengunjung akan dikejutkan dengan suasana takjub karena gua yang memiliki panjang lebih urang 159 meter dan lebar antara 8–20 meter dengan tinggi didalam gua kurang lebih 20 meter yang dihiasi ornament stalagtit dan stalagmit yang diperkirakan berusia ratusan tahun ini ternyata di tengah-tengah gua mengalir sebuah anak Sungai Semuhun yang bermuara di Sungai Ogan.

Obyek wisata yang saat ini dikelola oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pemuda Olahraga, Kab. OKU, sarana dan prasarana pendukungnya sudah banyak terdapat di sekitaran mulut gua sebagai sarana penunjang, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan Gua Putri dengan fasilitas yang lebih lengkap. 

Pemerintah setempat pun telah menyediakan cottage, aula, museum, mushola, panggung kesenian, bahkan toilet serta fasilitas pendukung lainnya.

Perlu diketahui, bahwa kawasan wisata Gua Putri memiliki luas sekitar 6 hektar. Untuk memudahkan dan memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, pemerintah setempat sedang membangun jalan dan jembatan menuju objek wisata sepanjang 1,5 kilometer. Jalan beton menuju mulut gua selebar 2 meter sudah dibangun. 

Meskipun didalam gua tersebut sudah ada lampu penerangnya hingga menuju sudut gua, namun bau kotoran kelelawar sangat terasa ketika memasuki mulut gua mengingat masih banyaknya kelelawar bergelantungan di dalam gua. 

Di dalam Gua Putri pernah ditemukan tulang manusia, tulang binatang dan pecahan gerabah, yang diyakini adalah peninggalan prasejarah. Selain itu, ada pula kapak batu dan beberapa perkakas kuno yang menunjukkan gua tersebut pada saat masa prasejarah pernah dihuni oleh manusia.

Legenda Gua Putri dan Si Pahit Lidah
Dari sebuah legenda yang diceritakan secara turun menurun hingga saat ini, diceritakan tentang seorang putri yang memiliki paras cantik nan rupawan yang diketahui bernama Putri Dayang Merindu. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, Putri Dayang Merindu, pernah tinggal bersama keluarganya didalam gua. Putri Dayang Merindu ini dalam legendanya juga dikenal pendiam dan membisu bak sebuah arca batu.

Pada suatu hari ketika sang putrid sedang mandi di muara Sungai Semuhun, lewatlah seorang pengembara yang ternyata diketahui bernama bernama Serunting Sakti atau lebih dikenal dengan sebutan Si Pahit Lidah di tempat itu, dan tatkala melihat kecantikan dan kemolekan Putri Dayang Merindu yang tengah mandi, Si Pahit Lidah segera menyapa, namun sayangnya sapaannya tidak mendapat perhatian sama sekali sehingga dia merasa gusar, dan terlontar ucapan “sombong sekali putri ini diam seperti batu,” ujarnya. Usai Si Pahit Lidah melontarkan kata-kata menggerutunya, saat itulah tubuh sang putri dengan sekejap berubah menjadi batu.

Kemudian, sang pengembara kembali meneruskan perjalanannya dan sampailah dia memasuki desa tersebut. Karena keadaan desa yang sepi akibat ditinggal penduduknya yang tengah bekerja di ladang, sang pengembara kembali berkata, “sepi sekali desa ini seperti desa gua batu.” Usai bergumam tiba-tiba desa tersebut berubah menjadi gua batu. ("BeritaAnda")

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP