Gua Surowono

Sebuah susunan batu hitam pada dasar sumur di pintu masuk Gua Surowono yang bisa digunakan sebagai tempat duduk sementara. Tetes-tetes air mengalir dari mata air di tebing lubang sumur ini.

Pintu masuk ke lorong Gua Surowono tampak ditutup pagar besi. Memasuki lorong Gua Surowono ini memang harus dipandu oleh penjaga, karena terdapat percabangan lorong yang bisa membuat orang tersesat di dalamnya. Gua Surowono ini sangat sempit, dan hanya bisa dilalui orang satu per satu dengan cara berjalan beriringan. Tidak ada seorang pun diantara kami yang ingin mencoba masuk ke dalam gua itu, selain karena harus mencebur ke dalam air, sempitnya lubang gua juga membuat perasaan menjadi agak tidak nyaman.

Namun menurut penuturan penjaga, banyak yang telah dipandunya masuk ke dalam lorong Gua Surowono itu, dengan berbekal senter dan alas kaki, karena di bawah air Gua Surowono terdapat bebatuan yang bisa melukai telapak.


Memasuki lubang Gua Surowono yang pertama ini pengunjung masih bisa berjalan tegak di dalam lorong, namun berlanjut pada lubang Gua Surowono yang kedua pengunjung harus berjalan dengan cara berjongkok karena langit-langit gua yang rendah. Memasuki lubang Gua Surowono yang ketiga, pengunjung harus berjalan sambil duduk, dan pada lubang Gua Surowono yang keempat pengunjung harus merangkak atau berenang. Jarak antara lubang sumur Gua Surowono ini berkisar antara 50 – 60 meter.

Mata air yang menetes ke dalam sumur pada lubang masuk Gua Surowono yang tampaknya tak pernah kering.

Jika berkunjung ke Candi Surowono, sebaiknya anda mampir juga ke Gua Surowono ini, dimana jarak keduanya hanya sekitar 750 meter. Bawalah juga baju ganti jika ingin merasakan pengalaman memasuki lorong Gua Surowono yang pasti akan sangat berkesan ini.  ("The Aroebinang Travelog")

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP