Berpose di Tirai Air Tukad Unda


Oleh : Agung Bawantara
 
Tukad (Sungai) Unda adalah sebuah sungai yang membentang di kawasan timur Kabupaten Klungkung. Dari Kuta, letak bentangan sungai ini sekitar 46 kilometer ke arah timur. Dinamakan Tukad Unda karena dari hulu hingga hilir terdapat kelompok-kelompok bebatuan yang menyebabkan aliran air sungai berpindah-pindah dari ceruk satu ke ceruk yang lain. Seperti sebuah rangkaian estafet yang sambung-menyambung. Dalam bahasa Bali hal itu dinamakan unda (“a” di akhir kata dibaca “e” seperti pada “episode”). Tukad ini merupakan kelanjutan dari Tukad Telaga Waja yang bersumber di kaki Gunung Agung.

Tukad Unda memberi banyak manfaat bagi warga setempat. Di hulu tukad ini terdapat wahana rafting yang cukup menantang. Di bagian tengahnya terdapat penambangan pasir, kerikil dan batu kali untuk bahan bangunan. Di situ pula terdapat bendungan panjang yang limpahan airnya tampak memesona. Limpahan air dari bendungan yang cukup tinggi itu sangat bagus digunakan sebagai latar belakang pemotretan. Air tersebut tampak seperti tirai putih yang fantastik. Sejak 2003 banyak fotografer mengeksplorasi kawasan ini sebagai obyek maupun latar belakang pemotretannya. Dari sekian banyak, sebagian dari fotografer itu berhasil memenangi hadiah dan medali dalam berbagai lomba fotografi.

Selain untuk foto salon, kawasan bendungan ini juga kerap dijadikan sebagai latar belakang pembuatan foto pre-wedding. Karena kerapnya, anak-anak di kawasan itu menangkap peluang mendapatkan uang dari aktivitas fotografi tersebut. Mereka langsung berkerumun dan menawarkan diri begitu melihat fotografer datang. Mereka menawarkan diri sebagai obyek yang dapat disuruh untuk melakukan berbagai aksi untuk kepentingan pemotretan. Mereka memasang bandrol Rp5 ribu sekali lompat.

Menuju Tukad Unda
Sangat mudah menemukan lokasi sungai dan bendungan ini. Dari Kuta, mula-mula anda menuju Denpasar. Dari Simpang enam Dewa Ruci (terkenal dengan sebutan Simpang Siur) menujulah ke arah by pass. Turutkan saja jalan itu hingga anda menemukan gerbang jalan By Pass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. Terus turutkan jalan itu. Setiba di Klungkung, tepat di pertigaan pantai Lepang, berbeloklah ke kiri menuju Kota Semara Pura. Dari perempatan utama kota tersebut teruslah menuju arah Goa Lawah. Kira-kira tiga kilometer dari situ anda akan tiba pada jembatan panjang yang memotong sungai itu. Sebelum masuk jembatan, anda akan menemukan simpang empat dengan patung Sang Jogor Manik di tengah-tenganya. Perempatan tersebut tidak simetris. Dia agak menyerong seperti percabangan pada pohon. Masuklah ke jalan yang tengah. Sekitar 200 meter dari situ anda akan berjumpa dengan bendungan yang indah itu. ("Jalan-Jalan Bali")

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP